26 Juni 2019 13:05 wib

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU) melalui Pusat Pengembangan Bahasa menggelar tahapan seleksi 315 calon mahasiswa Indonesia yang akan diikutkan studi di perguruan tinggi di Timur Tengah yaitu Mesir, Sudan dan Maroko. Seleksi digelar di Gedung Haji Anif Kampus I UIN-SU Jalan IAIN Kota Medan, Minggu (16/6).

Kepala Pusbangsa UIN-SU, Ali Akbar, MAg selaku ketua panitia seleksi menyampaikan, program ini merupakan agenda tahunan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Diketahui, lebih dari 700 calon mahasiswa asal Indonesia akan dikirim dan studi di perguruan tinggi kenamaan di negara negara Timur Tengah. Di UIN-SU, tahapan seleksi pertama setelah registrasi ini diamanatkan kepada Pusbangsa UIN-SU, pada program ini secara umum ada dua klasifikasi program yaitu beasiswa dan nonbeasiswa.

Beliau menjelaskan, ujian kali ini digelar secara online dengan materi utama kemampuan bahasa Arab. Mekanisme dan standar ujian yang digunakan yaitu kerja sama Universitas Leipzig Jerman dengan UIN Sunan Ampel Surabaya. "Program itu yang digunakan untuk standardisasi bahasa Arab pada seleksi ini. Tahapan meliputi registrasi atau pendaftaran online, kemudian ujian ini, lalu bagi peserta yang memenuhi syarat kelulusan akan mengikuti tahap selanjutnya yaitu wawancara di Jakarta. Materi tahap ini meliputi wawancara bahasa dan bacaan serta hapalan Alquran," jelasnya.

Berdasarkan data, pada seleksi ini terdapat 315 peserta cari berbagai daerah di Sumatera yang mengikuti ujian di Medan. Untuk kuota seluruh Indonesia lebih dari 700 orang. "Dengan perincian Universitas Al-Azhar Mesir sebanyak 20 orang untuk beasiswa Kemenag, kemudian beasiswa Kedutaan Besar Mesir di Jakarta sebanyak 30 orang. Non-beasiswa sebanyak 750 orang. Untuk Sudan, alokasi beasiswa Kemenag sebanyak 50 orang dan nonbeasiswa kosong. Untuk Maroko, beasiswa Kemenag sebanyak untuk 15 orang dan nonbeasiswa kosong.

Ia menyampaikan, ujian tahap ini digelar serentak di seluruh Indonesia pada Sabtu dan Minggu (15-16/6) di berbagai kampus. Tahun ini pertama kali digelar ujian secara online yang sebelumnya masih manual. Menurut pantauan, ujian berjalan aman dan lancar. "Mengikuti ujian ini, sebagian peserta telah melakukan berbagai persiapan  bahkan hingga satu tahun sebelumnya untuk pemantapan misal dari aspek bahasa Arab dan lainnya. Globalisasi dan digitalisasi tentu merubah mekanisme ujian, kita harapkan hasil terbaik," ujarnya.